Percakapan Sunyi


Seperti dua kursi di taman

Duduk berdampingan

Beda rupa.. tapi mereka kursi

Satu tampak putih cantik mempesona bisa membuat taman tampak cantik

Satu buruk rupa berkarat dan beralaskan kayu terkadang tampak mengganggu

Buruk berkata kepada putih bertapa indahnya dia

Tapi putih menjawab buruk, pengorbananmu membantu tukang taman membuat kami tampak lebih indah.. terima kasih..

Lalu mereka tertawa bersama bercanda akrab di tengah sejuknya pagi

Percakapan yg hanya mereka yg tau..
Junioramandre, 

jakarta, 27 Mei 2017

Advertisements

apa salah kita..?

saya jujur dan bingung..apa salah kita… mahkluk lucu di atas adalah burung biasa yang juga ada di Indonesia.. tapi ini foto di ambil di venezia Italy.. dan burung ini tampak lebih keren, lebih kekar, lebih berisi dan lebih dan lebih.. padahal sama sama merpati..

harus saya akui penghargaan terhadap mahkluk hidup disana cukup baik.. kalau si lucu ini ada di sini.. nasibnya sudah bias di tebak.. jadi merpati balap.. jadi tahanan di pasar burung.. dan yang terakhir menjadi gizi di meja makan..

SEKIAN..!

Teruntuk Para Pelantang Putih

 

Pelantang putih maju dengan putihnya..

Sebagian bersorak sebagian menggerutu..

Pelantang putih berfikir dengan putihnya

Sebagian mengangguk yang lain menggeleng..

Pelantang putih berfikir putih

Sebagian diam dan lain tertawa..

Pelantang putih maju

Yang lain menyerang seberapa putih dia..

 

Dan bila memang putih bersirat baik.. mengapa  hitam selalu ada dan menyapa..?

Dan yang terakhir…

Teruntuk para pelantang putih…

Mengapa diam itu emas..??

 

(Andre junio, muaradua, 12 Mei 2016 “pelantang Putih”)

……

ada bahasa yang sulit di mengerti..

memiliki arti tapi tak berdefinisi..

tak berguna tapi sarat makna..

tak bisa di mengerti tapi bisa di pahami..

bukan lisan tapi dalam..

 

tidak perlu rangkaian kata… karena bahasa itu muncul dari mulut yang terkunci..

bahasa yang muncul dari tatapan mata.. atau getir bibir yang penuh tanda tanya..

bahasa yang di mengerti tetapi selalu dituntut untuk terlantang..

bahasa itu..

DIAM.

Ketika kata maaf sudah di berikan.. masih pantaskah seorang tersalah di hukum berat..?

Penyesalan

ya.. ini salah satu dilemma saya dalam menjalankan tugas.. ketika seorang terdakwa telah mendapatkan maaf atas apa yang telah di lakukannya terhadap korban, dan korban pun meminta agar tidak di hukum berat.. apa yang harus di lakukan.. padahal yang lakukan terdakwa adalah kejahatan berat..

“ketika pedang telah terhunus menempel dileher terhukum mati.. dan pada saat itu Keluarga memaafkan.. maka pedang dapat disarungkan kembali dan terhukum di maafkan”

dimana kah kita harus bersikap..? berdasarkan perasaan kita kah? berdasarkan perasaan atau hati nurani masyarakat kah?

perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tergolong berat.. sebagai guru ngaji di kampungnya.. dia telah mencabuli anak didiknya (dan kesemuannya laki laki)..

ketika perbuatan terungkap dan di akui pula olrh terdakwa.. proses siding berjalan sangat lancer karena di dukung dengan saksi dan bukti yang cukup.. dan tiba lah saat yang berat (menurut saya) sebagai Penuntut Umum.. yaitu saat penuntutan..

jikalau kita memperhatikan aspek korban.. seluruh korban bahkan kepala desa telah memaafkan terdakwa, bahkan salah satu dari ibu korban meminta agar di hukum seringan mungkin.. bagaimana ini.. bila kita memperhatikan “rasa keadilan dalam masyarakat” saya tentunya tidak dapat menghukum sesuai dengan apa yang telah di perbuat.. apalagi terdakwa sudah di usia yang tidak lagi muda (56 tahun)..

dengan segala pertimbangan saya tetap harus mengambil sikap.. memang kita tetap memperhatikan rasa keadilan dalam masyarakat.. bukan hanya masyarakat tempat terdakwa tinggal, bukan hanya masyarakat yang memaafkan terdakwa.. akan tetapi masyakarat yang lebih luas.. masyarakat Indonesia..

“berfikir sempit ibarat melihat hutan hanya pada sebatang pohon…

akhirnya terdakwa telah memperoleh kedamaian selama 9 tahun dalam rumah tahanan.. salah satu kegiatannya adalah sebagai guru mengaji disana.. mungkin beberapa orang menatap hina akan keberadaannya disana.. tetapi mungkin keberadaannya disana lebih berharga dari pada keberadannya disini..

semoga keputusan yang diambil adalah benar… Amin..

Hahahahhaha… Makasi ya bella.. Dendi.. Ini keren bgt.. Liat kk udah fotoin.. Hahahah kaget kk.. Kk kira apa kadonya.. Kalo gini kk bakalan rebutan nih sama si tembem bulet.. 😂😂😂😂😂😂😂. Makasi yaa beel – with Nabilla, Dwi, and Rizky at Rumah Sakit Hermina

View on Path